Salah Satu Tugas Konsultan ISO tentang Desain dan Layout Laboratorium

      Comments Off on Salah Satu Tugas Konsultan ISO tentang Desain dan Layout Laboratorium

Seorang konsultan ISO memiliki tanggung jawab agar laboratorium milik kliennya bisa mendapatkan sertifikat ISO dengan berbagai macam ketentuan yang ada. Salah satunya perihal desain dan layout laboratorium, dan di sinilah peran konsultan ISO dibutuhkan bimbingan serta panduannya.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan

Satu hal yang penting yang harus selalu dipenuhi mengenai desain atau layout laboratorium adalah memberikan pemisah atau sekat yang jelas dan efektif di antara ruangan. Hal ini amat sangat vital namun kadang tidak terlalu diperhatikan bahwa hal tersebut sebenarnya sangatlah penting.

desain dan layout laboratorium

Keberadaan sekat yang baik dan berkualitas akan memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan laboratorium bisa berjalan dengan aman. Bayangkan jika di dalam laboratorium terdapat beberapa ruang eksperimen dan sekatnya tidaklah berkualitas. Bisa jadi bahaya kecelakaan dapat terjadi karena pengujian yang dilakukan di satu ruangan ternyata bereaksi dengan pengujian yang sedang dilakukan di ruangan lainnya. Inilah mengapa keberadaan sekat yang jelas sangatlah penting dan krusial. Kontaminasi silang bisa diminimalisir dengan adanya keberadaan sekat ini.

Perhatikan Juga Hal Berikut Ini

Tidak hanya masalah sekat, jarak antar meja eksperimen dalam suatu ruangan juga harus diperhatikan untuk memastikan bahwa eksperimen yang dilakukan di meja-meja tersebut bisa berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, penataan desain atau layout meja juga akan memastikan bahwa personel yang sedang melakukan kegiatan dalam laboratorium bisa melakukannya dengan lebih nyaman tanpa mengganggu orang lain.

desain untuk laboratorium

Sebagai informasi, jika di belakang meja praktikum terdapat tembok atau sekat, paling tidak jarak antara tembok dan meja adalah sekitar 1020 mm untuk memberikan ruang bagi praktikan untuk bergerak leluasa. Jarak tersebut merupakan jarak yang ideal jika praktikan yang bekerja di sana hanyalah satu orang saja. Namun jika ada dua orang, paling tidak jarak antara meja dengan tembok minimal adalah 1200 mm. Sementara jarak antar meja minimal adalah 1350 mm dengan catatan hanya satu orang yang bekerja di masing-masing meja. Namun jika ada lebih dari satu orang di satu meja atau bahkan di kedua meja, maka jarak antar meja minimal adalah 1800 mm.

  •  
  •  
  •  
  •